Fakfak — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menargetkan seluruh rumah masyarakat di Kabupaten Fakfak segera menikmati aliran listrik pada tahun 2026.

Program tersebut mencakup pemasangan instalasi listrik secara gratis bagi warga yang rumahnya belum teraliri listrik.

Hal itu disampaikan Samaun saat menghadiri acara Halal Bihalal keluarga besar Santun Membara di Aula Santo Yosep, Fakfak, Minggu (12/4/2026) malam.

Samaun Dahlan mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmennya bersama Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Menurut Samaun, upaya menghadirkan listrik bagi seluruh warga Fakfak juga dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Ia mengaku kerap berada di Jakarta untuk memperjuangkan berbagai program pembangunan bagi Fakfak.

“Saya sering berada di Jakarta hingga beberapa minggu untuk bertemu berbagai pihak dan memperjuangkan program bagi Fakfak, salah satunya listrik gratis bagi masyarakat,” ujar Samaun.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah meminta masyarakat yang rumahnya belum memiliki listrik untuk segera didata.

Berdasarkan pengecekan sementara oleh PLN, jumlah warga yang belum memiliki sambungan listrik dari wilayah Bomberay hingga Distrik Kokas tercatat lebih dari 600 rumah, sementara pendataan di wilayah lain masih terus dilakukan.

Pemerintah menargetkan seluruh rumah yang belum memiliki listrik, mulai dari Karas Pulau Tiga hingga Tomage, dapat terpasang jaringan listrik pada tahun ini.

Program tersebut meliputi pemasangan instalasi listrik rumah tangga, pemasangan meteran, hingga penyambungan dari jaringan tiang listrik secara gratis bagi masyarakat.

Selain itu, untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik, pemerintah akan membangun 13 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total anggaran sekitar Rp197 miliar. Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada tahun ini.

Samaun menambahkan, total anggaran pengembangan sektor kelistrikan di Fakfak mencapai lebih dari Rp500 miliar.

Anggaran tersebut mencakup pembangunan jaringan listrik, pemasangan instalasi rumah tangga, hingga penguatan pelayanan kelistrikan.

Ia juga menyampaikan, status kantor PLN di Fakfak kini meningkat dari sebelumnya ranting menjadi kantor cabang, sehingga diharapkan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat semakin optimal. (st/pr)