Manokwari – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Papua Barat Daya meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG) meningkatkan pengawasan dan kualitas layanan.
Langkah ini menyusul kasus dugaan keracunan makanan pada sejumlah siswa di Kabupaten Raja Ampat yang membuat publik khawatir.
Ombudsman menilai standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program MBG harus benar-benar dipastikan. Ketidakoptimalan layanan bisa berdampak langsung pada kesehatan serta tumbuh kembang anak sekolah sebagai penerima manfaat program.
“Jadi penting di monitoring dengan baik, perlu ada sinergis bersama, antara badan gisi, pemerintah dan juga pihak penyedia makanan (yayasan) juga masyarakat, termasuk anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat,” ujar Amus Atkana Kepala ORI Perwakilan Papua Barat Daya dalam keterangannya, di Manokwari, Rabu (3/12/2025).
Ombudsman menekankan pentingnya sinergi antara instansi teknis pemerintah, penyedia makanan seperti yayasan pengelola layanan, serta sekolah dan masyarakat. Pengawasan yang terpadu dan berkelanjutan dinilai dapat mencegah kasus serupa terulang.
Penyedia layanan juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan dan kepentingan publik ketimbang mengejar keuntungan. Program MBG disebut berperan strategis dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa, sehingga kualitasnya tidak boleh dikompromikan. (ori.pb/a.a/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:






Tinggalkan Balasan