Manokwari — Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua Barat–Papua Barat Daya menyoroti kondisi keamanan di wilayah Papua Barat Daya yang dinilai belum kondusif dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi ini menyusul insiden penyerangan di Kabupaten Tambrauw yang menyebabkan sejumlah tenaga kesehatan meninggal dunia.

Kepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat–Papua Barat Daya, Amus Atkana menyatakan, aparat keamanan, khususnya Polda Papua Barat Daya, perlu menyikapi situasi tersebut secara serius guna menjamin pelayanan publik tetap berjalan dengan baik di wilayah tersebut.

“Keamanan merupakan faktor utama dalam penyelenggaraan layanan publik. Karena itu, aparat keamanan perlu memastikan kondisi tetap kondusif agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang optimal,” ujar Amus Atkana di Manokwari, Senin (15/3/2026).

Selain itu, Ombudsman juga mendorong Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tambrauw yang terdiri dari Bupati, DPRK, Polres, dan Kodim untuk mengambil langkah konkret dalam memastikan keamanan wilayah secara inklusif, terutama pasca-insiden yang menelan korban jiwa tenaga kesehatan.

“Atas kejadian ini, kami berharap Forkopimda Tambrauw dapat memastikan stabilitas keamanan daerah sehingga tidak terjadi lagi gejolak atau konflik horizontal antara warga maupun antara warga dengan penyelenggara layanan publik. Hal ini penting demi terwujudnya pelayanan publik yang prima bagi masyarakat,” pintanya. (rls/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: