Manokwari — Panitia penyelenggara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional Ke-14 Papua Barat terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Ketua Panitia Pesparawi Nasional Ke-14 Papua Barat, Drs. Ali Baham Tengmomere, M.TP mengatakan, panitia telah melaporkan perkembangan kesiapan pelaksanaan kepada Gubernur Papua Barat.
Ali Baham yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat menjelaskan, laporan tersebut turut memuat hasil koordinasi dengan Menteri Agama Republik Indonesia yang telah dilakukan sebanyak dua kali.
“Kami sudah melaporkan kesiapan penyelenggaraan, termasuk hasil pertemuan kami dengan Menteri Agama Republik Indonesia yang telah dilakukan dua kali, baik di Jakarta maupun saat kunjungan Menteri Agama ke Sorong,” ujar Ali Baham kepada wartawan di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (19/1/2026).
Ia menyampaikan, rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional Ke-14 dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026, sementara uji pentas direncanakan pada 18 Juni 2026. Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di Lapangan Borasi, Manokwari, yang disiapkan sebagai ruang terbuka utama kegiatan.
Menurut Ali Baham, Pesparawi Nasional Ke-14 diperkirakan akan melibatkan peserta dalam jumlah besar. Data sementara menunjukkan, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai lebih dari 8.000 orang, belum termasuk para penggembira dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kegiatan ini juga direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI yang sekaligus membuka secara resmi Pesparawi Nasional Ke-14,” katanya.
Dari sisi akomodasi, panitia telah menyiapkan sejumlah hotel untuk menunjang kebutuhan peserta dan tamu undangan. Untuk tamu kategori VVIP, panitia menyiapkan Hotel Aston dan Hotel Swiss-Bel, sementara hotel lainnya akan digunakan untuk menampung peserta serta kontingen dari berbagai provinsi.
Selain itu, panitia juga berencana berkoordinasi dengan PT Pelni untuk menyediakan kapal penumpang yang dapat difungsikan sebagai penginapan tambahan. Rencana tersebut mengacu pada pengalaman penyelenggaraan kegiatan besar sebelumnya di Kabupaten Teluk Wondama.
Di sektor transportasi udara, panitia akan mengusulkan penambahan jadwal penerbangan komersial, sekaligus meminta dukungan pesawat dari TNI Angkatan Udara guna menunjang mobilitas peserta. Ali Baham menyebut, administrasi pendukung juga disiapkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
“Selain hotel, kami juga menyiapkan rumah-rumah warga yang dapat digunakan oleh kontingen. Panitia terus bekerja hingga hari pelaksanaan nanti,” ujarnya.
Ali Baham menegaskan, panitia menargetkan “sukses penyelenggaraan” dan “sukses prestasi”, serta memastikan kenyamanan seluruh peserta dan tamu selama berada di Manokwari.
“Kami berharap semua yang datang ke Manokwari merasa senang dan pulang dengan kesan yang baik, bahkan bila perlu meneteskan air mata karena bahagia,” tutupnya. (jw/pr)





Tinggalkan Balasan