Piru – Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, masih menghadapi tantangan berat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, wilayah ini menempati urutan ke-4 sebagai kabupaten termiskin di Maluku, dengan 22,31 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dari total populasi 216.090 jiwa.
Selain kemiskinan, SBB juga kerap dilanda konflik agraria, seperti sengketa lahan dan batas wilayah. Tak hanya itu, tingginya kasus korupsi di kalangan pejabat menambah daftar persoalan yang harus diatasi pemimpin setempat.
Kondisi ini menjadi ujian serius bagi Bupati SBB, Ir. Asri Arman, S.T., dan Wakil Bupati Salfinus Kainama. Namun, menurut Saka Mese Nusa (SMN) Student Associate Maluku, belum ada progres signifikan dari kepemimpinan mereka.
Rama Keliangin, Wakil Ketua SMN Student Associate Maluku, menyatakan, 32 program kerja (proker) yang dijanjikan Asri Arman saat kampanye pilkada belum terwujud.
“Bupati jangan hanya fokus pada acara seremonial. Yang utama adalah menyelesaikan konflik agraria dan meningkatkan pendapatan daerah,” tegas Keliangin, kepada PrimaRakyat.com, Kamis (29/5/2024).
Ia menambahkan, defisit anggaran dan pemotongan dana transfer pusat memperparah kondisi SBB.
“Jika pendapatan daerah tidak naik, 32 proker itu hanya akan jadi janji manis yang berujung pahit,” ujarnya.
SMN Maluku bertekad terus mengawal realisasi janji kerja Bupati dan Wakil Bupati untuk memajukan SBB.
(Reporter: Muhammad Rafly)
(Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan