Fakfak – Tim Gerakan Tanam Kebun (Gertak Fakfak) Dinas Perkebunan (Disbun) Fakfak melakukan bersih-bersih di wisata religi Pulau Bonyom Kampung Brongkendik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu 6 Juli 2024,

“Ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap tempat wisata di Fakfak,” ujar Plt Kepala Disbun Fakfak, Widhi Asmoro Jati kepada media ini, Senin 8 Juli 2024

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus melakukan observasi terhadap kondisi pulau ini agar apa yang nanti dapat dilakukan dinas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Mengingat pulau ini memiliki sejarah panjang masuknya misi katolik di Tanah Papua, bahkan menjadi salah satu Destinasi Wisata Religi di Fakfak,” kata Widhi.

Widhi menjelaskan, dari hasil survey dan pengamatan di pulau Bonyom ini, pihaknya Bersama-sama pemuda Katolik di lokasi kampung ini berencana akan menanam 2 jenis tanaman perkebunan yakni Kelapa Hibrida dan Matoa Super pendek yang bibitnya di datangkan dari Manado.

“Walaupun pulau ini belum ada Desgn masterplan destinasi wisata, namun kami berniat untuk melakukan aksi di lokasi destinasi ini,” ujarnya.

Disebutkannya, ada 2 koridor yang akan segera sasar untuk mengganti kelapa dalam yang sudah berumur yaitu di sepanjang pulau dan bibir pantai yang panjangnya 370,61 meter dengan membuat 2 saft tanam serta jarak tanam 8 meter sesuai standart penanaman perkebunan.

“Lalu pada bagian depan pintu masuk pulau ini akan di tanam dengan Matoa super pendek,” kata Widhi.

Lanjutnya, tentu lokasi tanam dengan memanfaatkan sekeliling bibir Pulau agar di suatu waktu sudah ada masterplan pembangunan pulau ini.

“Tanaman yang ada, dapat menjadi tapak dasar dan tumbuh tanpa terganggu bahkan dapat menambah hijaunya pulau ini,” jelasnya. (pr)