Bula — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyatakan menolak pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI versi Sohjari–Mahfut yang digelar di Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Penolakan itu disampaikan DPC GMNI SBT dalam pernyataan resmi yang disampaikan dari Bula, Desa Wailola, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kamis pukul 10.00 WIT.
Mereka menilai pengukuhan tersebut mencederai semangat persatuan organisasi karena berpotensi kembali memunculkan dualisme kepemimpinan di tubuh GMNI.
“Pengukuhan DPP versi Sohjari–Mahfut yang hari ini berlangsung di Jakarta tepatnya di Golden Boutique Hotel telah mencederai semangat persatuan organisasi. Kami sangat menyayangkan GMNI dipecah-belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ketua DPC GMNI SBT Abdul Sileuw, Kamis. (15/1/2025).
Abdul menegaskan, dualisme kepemimpinan GMNI sebelumnya telah berakhir setelah dua kubu kepengurusan yang sempat berjalan terpisah, yakni DPP GMNI Kubu Arjuna–Dendi dan DPP GMNI Kubu Risyad–Patra, mencapai kesepakatan untuk bersatu dalam deklarasi persatuan nasional di Denpasar, Bali, pada 15–17 Desember 2025.
“Maka tidak ada lagi isme-isme dalamKetua DPC GMNI SBT Abdul Sileuw tubuh GMNI. Jika ada lagi yang mengaku dirinya sebagai ketua DPP GMNI, mungkin itu disulap,” tegas Abdul.
Ia juga menambahkan, persatuan merupakan syarat mutlak agar GMNI dapat kembali tampil sebagai organisasi modern yang mampu menjawab perkembangan zaman. Menurutnya, kepentingan organisasi harus diletakkan di atas ego pribadi maupun kelompok.
“Jangan jadikan GMNI sebagai jembatan kepentingan. Kami gandrung akan persatuan yang bisa menjatuhkan seluruh kader GMNI se-Indonesia,” kata Abdul.
Sementara itu, Sekretaris DPC GMNI SBT M Nell Hulihulis J menegaskan pihaknya mengecam dan menolak pelantikan DPP GMNI versi Sohjari–Mahfut karena dinilai bertentangan dengan hasil rekonsiliasi nasional di Bali.
“Rekonsiliasi persatuan yang telah dilakukan di Bali pada tanggal 15–17 Desember 2025 sudah menyatukan GMNI secara kolektif di Indonesia. Kubu Arjuna–Dendi telah legowo kepada Ketua Umum DPP Bung Risyad Fahlevi dan Sekretaris Jenderal Bung Patra Dewa,” ujar Nell.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa tidak ada lagi faksi-faksi di internal GMNI. Karena itu, DPC GMNI SBT menegaskan tetap berada dalam barisan kepengurusan hasil persatuan nasional dengan Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlevi.
“Ini sudah membuktikan bahwa tidak ada lagi faksi-faksi di kubu GMNI sendiri. Ketika tetap ada pada barisan ketua umum DPP, yaitu Bung Risyad Fahlevi,” kata Nell. (ag/pr)





Tinggalkan Balasan