Manokwari — Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Gubernur Manokwari, Senin (2/2/2026), saat jajaran Aparatur Sipil Negara mengikuti apel pagi gabungan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kegiatan tersebut diwarnai kabar duka sekaligus evaluasi tegas terkait disiplin pelaporan dana Otonomi Khusus (Otsus).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, yang bertindak sebagai pembina apel, membuka arahannya dengan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Papua Barat, Yosias Tomkonu. Ia mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah dan ASN memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

“Kami mengundang seluruh pimpinan perangkat daerah untuk hadir dalam prosesi pemakaman siang ini. Bagi pejabat eselon II diharapkan menggunakan pakaian dinas upacara, sedangkan ASN lainnya menyesuaikan dengan seragam dinas harian,” ujar Melkias.

Di sisi lain, ia menyoroti persoalan administrasi keuangan yang dinilai mendesak. Berdasarkan laporan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), masih terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menyerahkan laporan penggunaan dana Otsus Tahun Anggaran 2025. Keterlambatan tersebut berpotensi menghambat pencairan dana secara menyeluruh di tingkat provinsi.

“Mohon perhatian serius bagi OPD yang belum melapor. Jika satu saja terlambat, seluruh proses pencairan dana Otsus provinsi akan terhambat. Ini menyangkut kelancaran program dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Melkias menginstruksikan setiap OPD segera mencetak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) karena proses input Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) telah rampung. Ia juga meminta bendahara satuan kerja berkoordinasi dengan BPKAD untuk mempercepat pembayaran gaji pegawai bulan Februari. “Sekarang sudah tanggal 2. Saya minta bagian keuangan segera bergerak agar hak pegawai dibayarkan tepat waktu,” katanya. (jw/pr)