Fakfak — Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi yang mandiri, produktif, dan berkeadilan.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik saat membacakan amanat Bupati Fakfak pada apel peringatan Hari Bakti Transmigrasi ke-75 Tahun 2025, Jumat (12/12/2025).

Apel yang diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala distrik, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta apel tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang program transmigrasi di Indonesia.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan selama lebih dari tujuh dekade, program transmigrasi telah menjadi instrumen strategis dalam pemerataan pembangunan nasional, pengurangan ketimpangan wilayah, serta pembukaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, termasuk di wilayah terluar.

“Di Kabupaten Fakfak, transmigrasi telah berkontribusi nyata dalam membuka isolasi wilayah, menumbuhkan permukiman baru, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan dinamika sosial ekonomi yang sehat melalui keberagaman suku, budaya, dan keahlian warga,” kata Bupati dalam amanat tertulisnya.

Pada peringatan ke-75 ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak menekankan sejumlah agenda prioritas. Pertama, transmigrasi harus berorientasi pada kemandirian ekonomi warga melalui pengembangan sentra produksi pertanian, perkebunan, peternakan, hingga usaha mikro yang terintegrasi dengan pasar lokal.

Kedua, penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak diperlukan. Program transmigrasi harus disinergikan dengan sektor pertanian, pekerjaan umum, perindustrian dan perdagangan, serta layanan dasar lainnya agar pembangunan infrastruktur dan pembinaan warga berjalan searah.

Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian utama, baik bagi warga transmigran maupun masyarakat lokal. Hal ini dilakukan melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan kapasitas kelompok tani dan kelompok usaha agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial. Fakfak yang dikenal sebagai Kota Pala dan Kota Toleransi menjunjung tinggi nilai “Satu Tungku Tiga Batu” sebagai fondasi kehidupan bersama antara warga setempat dan transmigran.

“Pembangunan hanya akan berhasil jika harmoni sosial dan budaya terjaga dengan baik,” demikian amanat tersebut.

Pemanfaatan transformasi digital dalam pelayanan transmigrasi turut menjadi sorotan, guna mempercepat proses perencanaan, evaluasi, dan koordinasi antarlembaga.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas transmigrasi, penyuluh, serta warga transmigran atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan selama ini.

Peringatan Hari Bakti Transmigrasi ke-75 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun Fakfak yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan melalui program transmigrasi yang berkelanjutan. (st/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: