Fakfak – Didimus Temongmere salah satu orang tua atau Tokoh Masyarakat Kampung Brongkendik-Raduria Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak, Papua Barat memberikan sambutan pada kampanye terbatas sekaligus perdana Pasangan Calon (Paslon) Nomor 1 Untung Tamsil-Yohana Dina Hindom berjargon Uta’Yoh di Kampung Raduria, Rabu sore (25/9/2024).

Dalam sambutannya, Didimus Temongmere menitip beberapa pesan kepada Paslon Nomor 1 Uta’Yoh, diantaranya Peraturan Daerah (Perda) tentang harga Pala.

“Tete mau titip ke Untung Tamsil supaya ada Perda (Peraturan Daerah) tentang harga Pala, ini penting, kalau tidak ko (kau) punya saudara-saudara taratau (tidak tahu) dapat uang darimana,” ujar Didimus Temongmere.

Didimus hanya minta Pemerintah Daerah segera mengusulkan Perda tersebut dan dorong ke DPRD Kabupaten Fakfak guna di bahas dan disetujui.

“Saya lihat di sini (Baliho) terpampang sekian Partai Politik, bukan main dukungannya, tete hafal Partai Politik mana yang dukung kamorang dua (Untung Tamsil-Yohana Hindom), saya harap kalian (DPRD) dukung program mereka, kalau tidak, kami turun jalan demo, saya harus bicara terbuka saja,” tegasnya.

Tapi, sambung Didimus Temongmere, “Saya percaya itu, hasil pemilihan legislatif dan sudah pelantikan kemarin itu tidak saja bicara omong kosong, terima kasih atas dukungan gereja katolik St Yosek Brongkendik-Raduria, saya doakan kalian semua kerjasama baik pemerintah, legislatif maupun eksekutif satu suara untuk membangun Fakfak ini kedepan di Mbaham ini supaya maju,” ujarnya.

Didimus Temongmere menyinggung tentang pembangunan gedung gereja Katolik St Yosep Stasi Brongkendik-Raduria, yang merupakan bantuan dari Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom.

Diketahui, Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, juga Sekda Fakfak saat itu masih di jabat Ali Baham Temongmere. Selain memberikan bantuan berupa uang untuk pembangunan gereja Katolik St Yosep Stasi Brongkendik-Raduria, tetapi juga terlibat langsung bersama warga melakukan pengocoran gedung Gereja Katolik tersebut sejak Sabtu 4 September 2021 silam.

Wartawan media ini yang saat itu menyaksikan warga mengecor gedung gereja itu, bukan saja berasal dari umat Katolik, tetapi juga Kristen Protestan dan umat Islam dengan begitu suasana keharmonisan mewarnai Satu Tungku Tiga Batu, yang merupakan agama keluarga. Kenapa disebut agama keluarga? karena didalam satu rumah itu terdapat anggota keluarga beranut agama Katolik, Protestan dan Islam.

Kebersamaan dalam persatuan Indonesia, meski berbeda-beda agama tetap satu itu, nampak terlihat, meski, canda tawa namun serius gotong royong mengecor gedung gereja. ada sebagian warga berada di mesin pengaduk campuran semen atau biasanya disebut mesin molen.

Ada juga sebagian warga yang mengangkut campuran semen menggunakan angkong (gerobak roda dua). Selanjutnya, campuran semen diangkat ke atas secara ranting menggunakan ember secara bergantian, hingga pengecoran yang dimulai Pukul 04.00 WIT (subu pagi) hingga selesai pukul 18.00 WIT.

Bupati Untung Tamsil mengapresiasi gotong royong, yang diwarnai Satu Tungku Tiga Batu. Kebersamaan ini diharapkan terus dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga Kabupaten Fakfak menjadi contoh untuk Kabupaten maupun kota lain di Indonesia.

Pemerintah Daerah terus mendorong dan meningkatkan baik dari sisi kelembagaan, juga iman dan ketaqwaan, ini merupakan bagian dari visi, misi saya (bupati) bersama mama Yohana Hindom (wakil bupati),” ujar Bupati Untung Tamsil, saat itu.

Hati-hati Serangan Fajar

Masih lanjut terkait Pilkada 2024, Didimus Temongmere meminta masyarakat hati-hati terhadap serangan fajar pada Pilkada 27 November 2024.

“Saya kasitau serangan fajar, orang yang beriman jangan terima uang serangan fajar, itu uang haram, kami di kristen bilang haram sudah itu…jadi tidak boleh terima uang seperti itu, sebaiknya kita pilih dengan hati nurani daripada pilih karena uang, sekali lagi tete mau tegaskan berhenti dengan sogok menyogok, berhenti dengan uang,” pungkasnya.

“Saya pikir itu saja yang dapat saya sampaikan, masyarakat Brongkendik-Raduria ingat, ini kamu punya anak (Untung Tamsil), ini kamu punya saudara perempuan (Yohana Hindom),” kata Didimus Temongere dalam bahasa daerah yang pada intinya meminta agar jangan lupa datang ke TPS coblos Nomor 1 Untung Tamsil-Yohana Dina Hindom.

Sementara itu, calon Bupati Fakfak Untung Tamsil mengakui benar apa yang disampaikan Didimus Temongmere.

“Saya dengan keluarga dan tokoh-tokoh pemuda Katolik sangat dekat, karena pergaulan saya itu, sudah saya tanamkan dari awal sebelum jadi Bupati, gereja di depan kita yang tete sebut itu juga masih gereja lama dan itu terpatri dalam niat, dalam sebuah jiwa dengan penuh kasih sehingga syukur minta maaf mungkin belum semua, begitu juga gereja yang lain, tapi lebih khusus gereja di Brongkendik yang ada di wilayah 3 kampung ini, memang ada dukungan semua pihak, sehingga gereja itu bisa hari ini begitu megah terbangun sebagai impian keluarga besar yang ada di tiga kampung ini,” jelasnya.

Untung Tamsil mengakui, ia bersama Yohana Dina Hindom memiliki cerita perjalanan dari tahun 2020 termasuk juga ia datang di keluarga di Raduria, Brongkendik dan Hambrangkendik minta doa dan dukungan dan saat ini untuk Pilkada 2024.

“Hari ini membuat saya dengan mama Yohana Hindom semakin kuat lagi. Terima kasih buat saya punya orang tua-tua, tete dorang, yang sudah sampaikan pesan-pesan moral tentang rasa dan isi hati dari keluarga,” katanya.

Untung Tamsil mengakui, ia bersama mama Yohana Hindom sampai hari ini masih tetap bersatu, sekalipun orang bicara mempengarui Yohana Hindom.

“Ada orang juga mempengaruhi saya, tetapi tetap saya dengan mama Yohana bersatu memimpin negeri ini,” tuturnya.

Dari awal itu, lanjut Untung Tamsil mempunyai niat dan mama Yohana Hindom sudah menganggap Untung Tamsil sebagai anak untuk memulihkan negeri Mbaham ini, karena ada proses-proses politik yang cukup panjang, yang punya cerita tentu akan terkenang sampai sepanjang masa.

“Kami dua sudah berjanji ketika orang tua-tua dari Mbaham, dari pantai dan gunung kasih katong dua kesempatan sekali lagi, maka pasti kedepan ada anak-anak Tanghama, pasti ada anak-anak Woretma, anak-anak Temongmere, Hindom besok dorang akan pimpin negeri ini,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini menjadi komitmennya bersama Yohana Hindom, ada orang mengatakan, Yohana Hindom mempunyai niat mau maju Pilkada setelah dua periode, itu tidak benar.

“Mama punya bahasa ke saya, mama hanya pulihkan dan kau satu-satunya anak yang mengangkat perempuan negeri di Mbaham, supaya besok-besok anak-anak muda terutama perempuan yang memimpin negeri ini juga,” pintanya.

Turut memberikan sambutan, Calon Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom, Relawan Srikandi, Wilhelmina Woy dan Ishak Mbahamba salah satu Tokoh Masyarakat. (pr)