Jakarta — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiagakan 29 kapal patroli untuk mengawal penyelenggaraan angkutan laut selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan pelayaran serta kelancaran mobilitas masyarakat pada periode akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan, puluhan kapal patroli tersebut disiagakan melalui lima Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP), yakni PPLP Tanjung Priok, Tanjung Uban, Tanjung Perak, Bitung, dan Tual.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub melalui lima Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) menyiagakan 29 kapal patroli di berbagai wilayah perairan strategis,” kata Masyhud dalam keterangan di Jakarta, Minggu dikutip Antara.

Kapal patroli Kesatuan Pengawas Laut dan Pelayaran (KPLP) akan memperkuat pengawasan, pengamanan, serta memberikan dukungan pencarian dan pertolongan di perairan strategis.

Menurut Masyhud, operasi patroli dilaksanakan secara terpadu dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor bersama TNI AL, Polri, Basarnas, operator pelabuhan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap potensi pelanggaran maupun ancaman yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Pengawasan difokuskan pada wilayah dengan potensi lonjakan penumpang dan cuaca ekstrem, seperti Sumatera Utara, Nias, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Papua, dan Makassar.

“Operasi patroli dirancang lebih terukur dan responsif agar seluruh aktivitas pelayaran memenuhi standar keselamatan selama libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Masyhud. (ant/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: