Sorong — Intelektual muda Papua Barat Daya, Kornelius Kambu, mengajak para elite Papua menghentikan polemik yang berkembang di ruang publik terkait perbedaan pandangan antara anggota DPD RI Paul Finsen Mayor dengan Ketua Asosiasi Majelis Rakyat Papua (MRP) serta sejumlah anggota MRP di Tanah Papua.
Ia menilai perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam demokrasi, namun tidak seharusnya berkembang menjadi konflik terbuka yang berpotensi memecah persatuan.
Kornelius, alumni Universitas Cenderawasih (Uncen), mengatakan dirinya mengikuti langsung perjalanan reformasi di Tanah Papua, termasuk proses lahirnya kebijakan Otonomi Khusus (Otsus).
Saat masih menjadi mahasiswa, ia bersama rekan-rekannya dilibatkan para dosen untuk turun ke masyarakat mengumpulkan aspirasi melalui kuesioner sebagai bagian dari perumusan kebijakan tersebut.
Menurutnya, Otsus merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Papua sejak bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, seluruh elemen Papua diharapkan dapat menjaga dan mengawal pelaksanaannya dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa anggota DPD RI maupun MRP merupakan pejabat publik yang seharusnya memberi teladan kedewasaan politik kepada masyarakat.
Perbedaan pandangan, kata dia, sebaiknya diselesaikan melalui dialog yang konstruktif, bukan melalui polemik terbuka yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Sebagai sesama anak Papua, kita harus mengedepankan persatuan dan menjaga marwah lembaga-lembaga yang ada. Kritik boleh saja, tetapi harus disampaikan secara bijak dan membangun demi masa depan Tanah Papua,” ujar Kornelius. (cr-10/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:
















Tinggalkan Balasan