Fakfak — Sebuah proyek pembangunan di Kampung Antalisa, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaporkan terhenti setelah warga melakukan aksi pemalangan.
Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya upah sejumlah pekerja dan operator yang terlibat dalam proyek tersebut.

Informasi mengenai pemalangan ini beredar melalui media sosial dan grup informasi warga Fakfak, Senin (30/3/2026).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa proyek telah berhenti berjalan selama sekitar dua bulan akibat persoalan pembayaran upah tenaga kerja.
“Siapa yang merasa pegang proyek ini segera turun ke Kampung Antalisa, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak. Terkait pemalangan karena belum bayar upah operator. Sudah dua bulan pekerjaan tidak berjalan,” tulis salah satu unggahan warga yang beredar di media sosial.
Dari foto yang beredar, terlihat bangunan yang masih dalam tahap pembangunan dengan struktur tiang beton dan dinding yang belum selesai.
Pada salah satu bangunan juga tampak pintu yang dipalang menggunakan papan kayu sebagai tanda penghentian sementara aktivitas proyek.
Warga setempat berharap pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut segera turun ke lokasi untuk menyelesaikan persoalan pembayaran upah pekerja, sehingga pembangunan dapat kembali dilanjutkan dan tidak merugikan masyarakat setempat. (st/pr)















Tinggalkan Balasan