Fakfak – Pengolahan sagu tradisional digelar oleh ibu-ibu Tim Penggerak PKK di Kampung Honorjo, Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (20/6/2925).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, menegaskan pentingnya menjaga kearifan lokal sambil mendorong potensi ekonomi dari pangan asli Papua.

“Sagu adalah makanan pokok masyarakat Papua. Dengan mengolahnya secara tradisional, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tapi juga membuka peluang ekonomi bagi ibu-ibu di kampung,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Proses pengolahan sagu dilakukan secara gotong royong, mulai dari penebangan pohon sagu, pemarutan, penyaringan, hingga menghasilkan tepung sagu siap pakai.

Selain sebagai bentuk pemberdayaan, inisiatif ini juga diarahkan untuk mendorong ketahanan pangan berbasis lokal di tengah ancaman inflasi dan ketergantungan terhadap bahan pangan luar.

PKK Kabupaten Fakfak berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai program berkelanjutan di kampung-kampung lain.

(Reporter/Editor: Salmon Teriraun)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: