Fakfak – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Abdul Rahman, S.P., melakukan kunjungan kerja ke Distrik Fakfak Timur, tepatnya di Kampung Weri, Jumat (30/5/2025) untuk meninjau potensi pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya udang vanamei.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Rahman berdiskusi dengan dua pegawai distrik, Babinsa, tokoh adat, dan pemilik ulayat setempat.
Hasil pertemuan menggarisbawahi kawasan Weri memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya udang vanamei skala industri.
Program pengembangan ini sejatinya telah dirancang sejak tahun 2023 oleh Kepala Distrik Fakfak Timur, Jainudin Arbakala, bersama masyarakat lokal.
Potensi tersebut kini mulai dilirik investor, salah satunya dari Tiongkok, yang difasilitasi melalui pertemuan antara Bupati Fakfak dan calon investor di Jakarta baru-baru ini.
“Jika pemerintah daerah serius membangun Fakfak Timur, kami di DPRD siap bergandeng tangan demi kesejahteraan rakyat,” ujar Abdul Rahman.
Ia menegaskan, masyarakat adat di Kampung Weri telah menyatakan kesediaan mereka untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para investor. Dukungan dari akar rumput ini menjadi modal sosial penting dalam menarik investasi.
Namun demikian, Abdul Rahman menekankan perlunya langkah konkret dari pemerintah daerah.
“Tahap awal yang paling mendesak adalah pemetaan potensi perikanan secara komprehensif oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. Data yang valid menjadi dasar penting untuk meyakinkan pemerintah pusat maupun investor,” ujarnya.
Selain sektor perikanan, infrastruktur juga menjadi sorotan. Jalan penghubung dari Sangram menuju Saharei yang melintasi Weri dinilai perlu segera dibenahi.
Akses jalan yang memadai dinilai vital untuk menunjang pengembangan industri udang vanamei di kawasan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Abdul Rahman juga menyoroti kondisi pendidikan di Kampung Weri. Beberapa ruang kelas Sekolah Dasar setempat sudah tidak layak pakai, dan jumlah rumah guru masih sangat terbatas. Akibatnya, sejumlah guru terpaksa tinggal di kantor sekolah.
“Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada para guru di wilayah terpencil agar mereka bisa mengajar dengan nyaman dan meningkatkan mutu pendidikan, setara dengan anak-anak di kota,” pintanya.
(Reporter: Muhammad Rafly)
(Editor: Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:





Tinggalkan Balasan