Piru – Dua unit alat berat milik PT Spice Islands Maluku (SIM), perusahaan yang bergerak di bidang budidaya pisang Abaka di Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dibakar oleh orang tak dikenal (OTK), Jumat (25/7/2025) sekitar pukul 03.40 WIT.

Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andy Zulkifli, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, dugaan awal mengarah pada aksi pembakaran yang disengaja, bukan akibat korsleting listrik atau kecelakaan teknis.

“Benar, ada dua alat berat yang terbakar di Kawa. Kalau dilihat dari kondisi di lapangan, sementara ini kami menduga kejadian tersebut merupakan aksi pembakaran,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi, Jumat, dikutip Ameks.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan perusahaan. Berdasarkan keterangan saksi, Ahmad Bagdap Samal, yang merupakan petugas security PT SIM, dua anggota keamanan perusahaan sedang melakukan patroli rutin sekitar pukul 03.00 WIT.

Setelah patroli, sekitar pukul 03.30 WIT, keduanya kembali ke pos jaga. Namun, salah satu petugas menyadari bahwa ia tertinggal senter dan kembali ke lokasi patroli untuk mengambilnya.

“Sekitar pukul 03.40 WIT, saat kembali mengambil senter, petugas atas nama Ahmad Bagdap Samal melihat kobaran api dari dua unit alat berat jenis ekskavator. Ia lalu segera kembali ke pos induk untuk melaporkan kejadian tersebut,” jelas AKBP Andy Zulkifli.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh personel Pos Pengamanan (Pos Pam) bersama manajer perusahaan. Sekitar pukul 04.00 WIT, personel Brimob dan pihak manajemen tiba di lokasi dan berusaha memadamkan api. Namun, api sudah membesar dan tidak dapat dikendalikan.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik insiden pembakaran tersebut.

“Motif pembakaran masih dalam penyelidikan. Kami terus mengumpulkan informasi dan mengejar pelaku,” tandas Kapolres. (ae/pr)

Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di: