Fakfak — Bupati Fakfak Samaun Dahlan didampingi Istri Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan (Ketua TP PKK Fakfak) dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik didampingi Istri Sri Vonny Notanubun Nimbitkendik (Ketua GOW Fakfak) menghadiri Halal Bihalal 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar keluarga besar Santun Membara di Aula Santo Yosep, Fakfak, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum mempererat silaturahmi masyarakat setelah perayaan Idul Fitri.
Acara yang dihadiri Relawan, berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat daerah.
Halal Bihalal mengangkat tema “Semangat dan Semarak Melalui Halal Bihalal, Kita Perkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Kerukunan dan Kebersamaan.”
Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Fakfak yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi dan persaudaraan.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Santun Membara yang telah menggagas kegiatan tersebut.
Ia menilai halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan persaudaraan serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Malam ini kita berkumpul untuk saling bersilaturahmi dan saling memaafkan. Jika selama setahun terakhir ada hal-hal yang kurang berkenan, maka melalui halal bihalal ini kita memperbaiki kembali hubungan persaudaraan di antara kita,” ujar Samaun.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga sikap santun dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana nama “Santun Membara” yang mencerminkan nilai kesopanan, kebersamaan, dan semangat persatuan.
Menurutnya, menjaga tutur kata dan sikap merupakan bagian penting dalam merawat kerukunan masyarakat Fakfak yang majemuk.
Samaun menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjalankan berbagai program pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
Meski diakui masih terdapat keterbatasan, sejumlah program prioritas telah mulai berjalan, salah satunya program pelayanan kesehatan atau pengobatan gratis bagi masyarakat Fakfak.
Sementara itu, Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik mengatakan kegiatan halal bihalal tersebut juga menjadi ajang reuni bagi keluarga besar Santun Membara yang sebelumnya pernah bersama dalam berbagai momentum kebersamaan.
Ia menilai dukungan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Halal bihalal ini bukan sekadar pertemuan, tetapi juga kesempatan untuk mengenang perjalanan kebersamaan kita sekaligus memperkuat komitmen membangun Fakfak ke depan,” kata Donatus.
Ia menjelaskan, pemerintahan yang dipimpinnya bersama Bupati Samaun Dahlan masih berada pada tahap awal pelaksanaan program pembangunan.
Tahun pertama pemerintahan lebih banyak difokuskan pada penyelarasan program pembangunan dengan perangkat daerah serta DPRK agar pembangunan berjalan lebih efektif.
Donatus menegaskan masih banyak program yang akan dijalankan ke depan. Karena itu, dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar berbagai rencana pembangunan dapat terlaksana dengan baik.
Diketahui Santun Membara sendiri merupakan sebutan bagi basis pendukung pasangan Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Fakfak 2024. Nama “SANTUN” merupakan akronim dari nama kedua tokoh tersebut, yakni Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik.
Pada Pilkada Fakfak 2024, pasangan ini maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak nomor urut 2 dengan visi mendorong perubahan serta peningkatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Fakfak.
Pasangan tersebut kemudian dinyatakan memenangkan Pilkada Fakfak berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Fakfakdan ditetapkan memimpin Kabupaten Fakfak untuk periode 2025–2030.
Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan pembangunan Kabupaten Fakfak. Visi pembangunan yang mereka tetapkan untuk periode 2025-2030 adalah Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Fakfak yang Mandiri, Sejahtera, Aman, dan Berdaya Saing Berlandaskan Keberagaman”, atau yang dikenal dengan slogan “Fakfak Membara” Membangun Bersama Rakyat.
Visi ini mencakup beberapa target pembangunan, antara lain, masyarakat Fakfak yang Sejahtera: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap pelayanan publik yang merata dan adil, Ekonomi Berdaya Saing: Membangun ekonomi yang maju dan berdaya saing, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Infrastruktur Berbasis Kearifan Lokal: Mengembangkan infrastruktur yang memadai dan berbasis kearifan lokal untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, Aman dan Berkelanjutan: Menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Fakfak.
Filosofi “Fakfak Membara” menjadi obsesi dalam menciptakan kesan yang kuat, menggambarkan nilai-nilai dan prinsip pembangunan yang ingin diwujudkan. Kata “membara” mencerminkan semangat yang tinggi, energi yang kuat, dan komitmen yang teguh dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.
Visi ini dijabarkan dalam lima misi pembangunan daerah, yaitu meningkatkan dan Mengembangkan Potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam: Untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Menyelenggarakan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih, dan Benar: Guna mewujudkan kemandirian daerah, Meningkatkan dan Mengembangkan Pembangunan Infrastruktur: Untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing.
Menciptakan Keamanan dan Stabilitas Politik Daerah: Guna menjamin terciptanya lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, Membangun Masyarakat yang Berlandaskan Keberagaman: Menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sebagai kekuatan dalam pembangunan.
Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal Santun Membara Ananias Waimbo menjelaskan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi keluarga besar Santun Membara sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak.
Ia mengatakan semangat kebersamaan tersebut selaras dengan filosofi masyarakat Fakfak yakni “Satu Tungku Tiga Batu,” yang melambangkan persatuan dan keharmonisan antarumat beragama.
Menurut Ananias, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, baik secara moril maupun materil.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Santun Membara, para donatur, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujar Ananias.
Di akhir laporannya, Ketua Panitia Ananias Waimbo menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim serta Selamat Hari Raya Paskah 2026 kepada umat Kristiani di Kabupaten Fakfak sebagai wujud toleransi dan kebersamaan yang selama ini terjaga dengan baik di daerah tersebut.
Suasana halal bihalal berlangsung penuh kehangatan, diwarnai dengan kebersamaan masyarakat yang saling bersalaman, berbincang, serta memperkuat tali persaudaraan lintas suku dan agama di Kabupaten Fakfak. (Salmon Teriraun)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan