Kaimana— Kepolisian Resor Kaimana mencatat peningkatan jumlah laporan tindak pidana terhadap perempuan dan anak dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu temuan yang mengkhawatirkan, pelaku pencabulan kerap berasal dari orang terdekat korban.
Hal itu disampaikan Kapolres Kaimana melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) IPTU Tri Sukma Adimasworo, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
“Secara umum memang terjadi peningkatan tindak pidana yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Akhir-akhir ini cukup banyak kasus perbuatan asusila terhadap anak,” ujarnya.
Menurut IPTU Tri Sukma, sebagian besar kasus berawal dari lemahnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun penggunaan waktu di luar rumah.
Ia mengungkapkan hal yang lebih memprihatinkan. Dalam sejumlah perkara, pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat korban, termasuk keluarga sendiri atau orang yang dikenal korban.
“Kita temukan juga ada kasus yang pelakunya orang dekat. Akhirnya anak menjadi korban,” tambahnya.
Kasat Reskrim menekankan jam rawan kejadian tidak selalu pada malam hari. Banyak kasus bermula karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak pada berbagai waktu.
“Jam rawan kejadian tidak selalu malam. Banyak kasus bermula karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak,” katanya.
Dampak kejahatan seksual terhadap anak, lanjut IPTU Tri Sukma, tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang yang dapat memengaruhi masa depan korban.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan lingkungan sosial.
“Kita semua punya peran. Mulai dari keluarga, lingkungan tetangga, sampai masyarakat luas harus ikut mengawasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pelaku kejahatan tidak memandang profesi maupun status sosial. Bahkan, beberapa kasus dipicu oleh pengaruh minuman keras.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan indikasi kekerasan atau pencabulan terhadap anak dan perempuan di lingkungan masing-masing.
Pengawasan dari orang terdekat, justru menjadi benteng paling awal sekaligus yang paling menentukan. (win/pr)
Dapatkan berita terupdate dari PrimaRakyat.Com di:















Tinggalkan Balasan